What Is This? Mimesis

Mimesis (mioos), “peniru, aktor”) adalah istilah kritis dan filosofis yang membawa berbagai makna. [+] Bhs Inggris (Inggris) Inggris (Inggris): Inggris (Inggris) (Modern): dari μιμεῖσθαι (mīmeisthai) , Yang meliputi imitasi, representasi, mimikri, imitasio, penerimaan, kesamaan yang tidak masuk akal, tindakan yang menyerupai, tindakan ekspresi, dan penyajian diri. [1]

Di Yunani kuno, mimesis adalah ide yang mengatur penciptaan karya seni, khususnya, dengan korespondensi dengan dunia fisik yang dipahami sebagai model kecantikan, kebenaran, dan kebaikan. Plato membedakan mimesis, atau tiruan, dengan diegesis, atau narasi. Setelah Plato, makna mimesis akhirnya beralih ke fungsi sastra khusus dalam masyarakat Yunani kuno, dan penggunaannya telah berubah dan telah ditafsirkan berulang kali sejak saat itu.

Salah satu studi mimesis modern yang paling terkenal, yang dipahami sebagai bentuk realisme dalam sastra, adalah Mimesis Erich Auerbach: Representasi Realitas dalam Sastra Barat, yang terbuka dengan perbandingan yang terkenal antara cara dunia diwakili dalam Homer’s Odyssey dan Seperti yang terlihat dalam Alkitab. Dari dua teks Barat mani ini, Auerbach membangun fondasi untuk sebuah teori representasi terpadu yang mencakup seluruh sejarah sastra Barat, termasuk novel-novel Modernis yang ditulis pada saat Auerbach memulai studinya. Dalam sejarah seni, “mimesis”, “realisme” dan “naturalisme” digunakan, seringkali dipertukarkan, sebagai istilah untuk representasi penampilan visual yang akurat, bahkan “ilusionistik”.

Mimesis telah berteori oleh pemikir yang beragam seperti Plato, Aristoteles, Philip Sidney, Samuel Taylor Coleridge, Adam Smith, Sigmund Freud, Walter Benjamin, Paul Ross, Theodor Adorno, Erich Auerbach, Luce Irigaray, Jacques Derrida, René Girard, Nikolas Kompridis, Philippe Lacoue-Labarthe, Michael Taussig, Merlin Donald, dan Homi Bhabha. [Rujukan?] Ahli teori kritis Frankfurt School TW Adorno memanfaatkan mimesis sebagai istilah filosofis sentral, menafsirkannya sebagai cara karya seni mewujudkan bentuk Alasannya adalah non-represif dan non-kekerasan.

Sumber: wikipedia

linkfo Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *