Mulai Bimbang Menentukan Tujuan Hidupmu? Mungkin Kamu Sedang Mengalami Quarter Life Crisis

Mulai Bimbang Menentukan Tujuan Hidupmu? Mungkin Kamu Sedang Mengalami Quarter Life Crisis

Mulai Bimbang Menentukan Tujuan Hidupmu? Mungkin Kamu Sedang Mengalami Quarter Life Crisis

Mulai Bimbang Menentukan Tujuan Hidupmu? Mungkin Kamu Sedang Mengalami Quarter Life Crisis , Usia 25 tahun adalah umur yang sakral bagi banyak orang Indonesia. Di usia ini seseorang dipercaya telah mencapai tingkat kedewasaannya sebagai manusia. Maka tidak mengherankan jika di usia seperempat abad banyak perubahan dan keputusan besar yang diambil. Sakralnya usia 25-an juga bisa menciptakan kegalauan berkepanjangan dalam diri seseorang.

Mulai Bimbang Menentukan Tujuan Hidupmu? Mungkin Kamu Sedang Mengalami Quarter Life Crisis

Krisis seperempat baya (Quarter Life Crisis) adalah sebuah frase yang ditemukan oleh Abby Wilner pada tahun 1997, sesaat setelah dia menemukan bahwa dia tidak tahu akan melakukan apa di hidupnya. Krisis seperempat baya sendiri memiliki pengertian bahwa saat menginjak usia 25 tahun, seseorang akan mengalami periode di mana dirinya mengalami rasa kekhawatiran, ketidakpastian dalam hidup dan kekacauan dalam batin British Psychological Society seperti dilaporkan oleh Discovery Magazine, menunjukkan bahwa lebih dari 80 persen orang yang mengalami krisis tersebut mengatakan bahwa hal tersebut adalah pengalaman positif

Mau jadi apa setelah lulus?, mau kerja atau ambil S2? Atu mau bikin usaha?,bimbang menentukan tujuan hidup, pertanyaan-pertanyaan tersebut sering dialami oleh kita yang sedang dalam masa krisis dalam hidup kita,masa bimbang seperti ini memang tidak nyaman, kita seperti ragu dalam melagkah,bahkan untuk sekedar update status pun kita bias ragu, Namun apakah selamanya kamu akan seperti ini?

Sebenarnya apa yang terjadi pada krisis ini? Apakah Anda juga merasakannya? Selengkapnya cek fakta-mitos terkait quarter life di bawah ini!

Merasa cemas akan pilihan hidup

Mulai Bimbang Menentukan Tujuan Hidupmu? Mungkin Kamu Sedang Mengalami Quarter Life Crisis

Fakta. Yap, salah satu alasan mengapa seseorang merasa cemas yang memasuki usia 20-30 tahun adalah mulai dibebaskannya seseorang dalam memilih pilihan hidup. Mungkin dulu ketika Anda memilih sekolah, Anda masih ngikut apa kata orangtua. Akan tetapi, ketika Anda memilih perguruan tinggi atau tempat bekerja Anda tidak mungkin ngikut apa kata orangtua lagi. Peran orangtua atau orang yang lebih tua daripada Anda hanyalah sebagai pengarah bukan lagi sebagai pemberi perintah.

Perempuan tidak perlu sekolah tinggi-tinggi

Mulai Bimbang Menentukan Tujuan Hidupmu? Mungkin Kamu Sedang Mengalami Quarter Life Crisis

Mitos. Yakin nih perempuan nggak perlu sekolah tinggi-tinggi? Seorang anak cerdas lahir dari rahim seorang ibu yang cerdas. Mungkin Anda pernah mendengar kalimat itu sebelumnya? Cerdasnya seorang anak juga ditentukan dari bagaimana cara mendidiknya dan untuk mendidik Anda jelas diperlukan sebuah ilmu. Itu salah satu alasan mengapa perempuan harus sekolah tinggi, minimal menjadi perempuan yang memiliki wawasan luas.
Apalagi bagi perempuan yang memutuskan untuk menikah ketika memasuki masa quarter life. Ilmu dan pengetahuan juga harus menjadi poin yang dipersiapkan dalam persiapan menjelang nikah.

Mulai membuat komitmen

Mulai Bimbang Menentukan Tujuan Hidupmu? Mungkin Kamu Sedang Mengalami Quarter Life Crisis

Fakta. Benar sekali! Pada masa quarter life inilah kesetiaan Anda pada diri sendiri diuji. Mengapa? Karena pada masa inilah Anda mulai membuat komitmen pada diri Anda sendiri dan orang lain. Memasang target pada kurun waktu tertentu untuk suatu tujuan seperti lulus kuliah atau menikah bukti Anda sedang membuat komitmen pada diri Anda sendiri. Sedangkan salah satu contoh komitmen yang Anda buat dengan orang lain adalah menikah. Jadi, mau nikah dulu atau kuliah sambil nikah?

Berteman secara kualitas, bukan kuantitas

Mulai Bimbang Menentukan Tujuan Hidupmu? Mungkin Kamu Sedang Mengalami Quarter Life Crisis

Fakta. Ya, seiring berjalannya waktu Anda akan mulai memikirkan mana yang baik dan tidak untuk keberlangsungan hidup Anda. Salah satunya dalam memilih teman. Bukan berarti Anda harus memutuskan tali pertemanan Anda. Maksudnya, ketika Anda mulai memasuki masa quarter life maka secara otomatis Anda mulai mengelompokkan mana teman bermain, mana teman yang bisa Anda ajak untuk bisnis, mana teman yang bisa dijadikan (calon) teman hidup dan lain sebagainya. Coba ingat kembali, teman mana yang sering Anda ajak untuk menghabiskan waktu bersama?
Apapun yang terjadi di masa quarter life Anda, hal yang paling terpenting adalah dinikmati, bukan hanya dilewati. Menikmati setiap apapun yang terjadi di quarter life Anda adalah bagian dari proses Anda menjadi pribadi yang semakin dewasa.

Sumber Data Tulisan
Selengkapnya dapat dibaca pada buku Psikologi Pertumbuhan karya Duane Schultz
Selengkapnya dapat dibaca pada buku Psikologi Perkembangan karya Elizabeth B. Hurlock

 

Berikut Admin Berikan Tips Buat Kamu Melewati Quarter Life Crisis

Belajar untuk mandiri

Mulai Bimbang Menentukan Tujuan Hidupmu? Mungkin Kamu Sedang Mengalami Quarter Life Crisis

Saat menginjak usia 25, Anda terjebak dalam umur di mana Anda bukanlah seorang muda lagi, namun juga belum menjadi tua. Seringkali di usia ini Anda mulai menjumpai hal-hal krusial seperti ada orang-orang terdekat meninggal, atau mengunjungi pernikahan sahabat Anda. Melihat banyak perubahan tersebut, Anda kemudian sadar bahwa diri Anda sudah menjadi dewasa, sehingga ada perasaan bersalah bila di usia tersebut Anda masih saja menggantungkan hidup dengan orang tua. Untuk itu mulailah untuk belajar hidup dengan kemampuan Anda sendiri. Memang berat awalnya untuk memulai kehidupan Anda sendiri, perasaan kesepian dan putus asa adalah suatu hal yang sangat wajar untuk dialami, namun berlian terindah hadir setelah mengalami proses pemolesan yang tidak sebentar.

 Kejar passion utama Anda

Mulai Bimbang Menentukan Tujuan Hidupmu? Mungkin Kamu Sedang Mengalami Quarter Life Crisis

Pernah bangun di pagi hari dan merasa jenuh dengan rutinitas yang Anda kerjakan? Seolah hidup hanya dilakukan dengan opsi auto pilot. Untuk mengatasi perasaan seperti itu, carilah pekerjaan yang sesuai dengan passion Anda, karena saat melakukan pekerjaan dengan passion, maka Anda tidak akan mempunyai what if story yang tentunya hanya akan membawa penyesalan di kemudian hari. Dengan passion, Anda akan melakukan pekerjaan sebaik mungkin dan itu akan menghindari ketidakpuasan terhadap hasil kerja yang tidak maksimal.

Berhenti membanding-bandingkan

Mulai Bimbang Menentukan Tujuan Hidupmu? Mungkin Kamu Sedang Mengalami Quarter Life Crisis

Sebagian teman Anda sudah berhasil membeli mobil dan mulai mencicil rumah, sedangkan Anda masih saja bergulat dengan pekerjaan yang Anda benci dengan gaji kecil, atau membandingkan kondisi Anda yang masih single dengan teman Anda yang baru saja bertunangan. Dear, berpikiran seperti itu hanya akan membuat Anda menjadi depresi. Cobalah untuk menerima diri Anda sepenuhnya, dan mencintai diri apa adanya. Dengan begitu, Anda akan merasa selalu berkecukupan dan puas dengan apapun yang Anda lakukan. Everyone is unique and special!

Pererat hubungan dengan sahabat lama

Mulai Bimbang Menentukan Tujuan Hidupmu? Mungkin Kamu Sedang Mengalami Quarter Life Crisis

Seringkali keadaan dunia kerja, dimana Anda harus saling berkompetisi dan bersaing sangat kontras dengan suasana sewaktu Anda masih menjadi seorang pelajar. Keadaan tersebut membuat Anda rindu untuk kembali ke masa kuliah. Anda sebenarnya harus menerima kenyataan bahwa segalanya telah berubah. Kesibukan dengan pekerjaan memang membuat hubungan persahabatan yang sudah lama terjalin menjadi renggang, Untuk itu tidak ada salahnya kan untuk kembali menghubungi sahabat-sahabat lama, Seperti kata pepatah tua “two heads better than one”, Anda dapat melewati masa-masa krisis ini dengan lebih mudah dengan dukungan teman-teman baik.

Nah itulah yang bias admin berikan untuk kamu mengenali diri sendiri, bila kalian suka silahkan like dan share, ke temanmu yang lagi mengalaminya…

 

 

linkfo Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *