Edward Snowden Salahkan NSA Terkait Penyebaran Virus Wannacry

CALIFORNIA – Edward Snowden, mantan kontraktor NSA pada 2013 membocorkan rincian program pengawasan Amerika dan menyalahkan badan intelijen tersebut karena tak mencegah serangan siber global Jumat lalu.

Alat hacking yang diyakini milik National Security Agency (NSA) AS yang bocor secara online bulan lalu nampaknya menjadi akar penyebab hack yang melumpuhkan National Health Service (NHS) dan menyebar ke seluruh dunia. Beberapa ahli keamanan siber dan pendukung privasi mengatakan bahwa serangan besar tersebut mencerminkan pendekatan yang salah oleh AS untuk mendedikasikan lebih banyak sumber daya siber melakukan pelanggaran dibandingkan pertahanan.

Ia mengatakan bahwa Congress harus meminta NSA jika mengetahui adanya kerentanan piranti lunak lain yang bisa dieksploitasi sedemikian rupa. “Jika (NSA) secara pribadi mengungkapkan kelemahan yang digunakan untuk menyerang rumah sakit ketika mereka menemukannya, bukan saat mereka kehilangannya, ini mungkin tak terjadi,” katanya.

Rumah sakit sebagian besar disalahkan karena tak memperbarui software mereka Maret lalu ketika sebuah patch dilepaskan untuk memperbaiki kekurangan tersebut. Tapi, Snowden menunjukkan bahwa NSA mengungkapkan kerentanan saat menemukan, rumah sakit pasti sudah bertahun-tahun bersiap.

Snowden tampaknya bukan satu-satunya orang yang menilai bahwa NSA harus menanggung kesalahan karena serangan siber Jumat lalu. Graham Cluley, pakar keamana komputer mengatakan, “Badan Intelijen AS menemukan lubang keamanan di software Microsoft dan bukannya melakukan hal baik dan menghubungi Microsoft, mereka menyimpannya untuk diri mereka sendiri dan memanfaatkan untuk tujuan mata-mata. Kemudian mereka sendiri diretas”.

NSA sendiri dilaporkan Telegraph, Senin (15/5/2017) belum mau berkomentar tentang hack. Alat hacking yang disebut Eternal Blue dirilis ke internet oleh sebuah grup yang dijuluki Shadow Brokers. Alat itu sejatinya digunakan seperti linggis untuk membukan pintu ke komputer yang menjalankan Windows.

Setelah mendapatkan akses ke komputer, penyerang memasang ransomware yang disebut WannaCry, yang membajak sebuah sistem komputasi dan mengenkripsi semua file yang ada di dalamnya. Satu-satunya cara untuk membuka arsip adalah dengan membayar uang tebusan.

linkfo Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *