Flu dan Pilek, Serupa Tapi Tak Sama?

Di musim penghujan ini, tubuh kamu rentan terkena penyakit seperti flu,  batuk, dan pilek. Udara yang lembab dan cuaca yang tidak stabil menjadi  sarang berkembangnya bakteri yang bisa menyerang daya tahan tubuh kamu.

Dan  jika daya tahan tubuh kamu sedang lemah, kamu bisa saja langsung  terjangkit flu dan pilek. Meski terdengar sepele, jika tidak ditangani dengan tepat kedua penyakit yang menyerang sistem pernapasan manusia ini bisa berkembang menjadi penyakit yang jauh lebih serius, seperti  bronkitis atau sinus.

Namun untuk bisa menangani kedua penyakit  ini dengan tepat, tentu kamu harus memahami perbedaan keduanya. Selama ini banyak orang salah kaprah dan kesulitan membedakan flu dan pilek, karena gejalanya yang amat mirip.
Lantas, apa perbedaan keduanya?
Sejatinya, pilek lebih ringan dibandingkan flu alias influenza. Keduanya juga disebabkan oleh virus yang berbeda.

Jika  kamu terkena pilek, gejala awal yang akan kamu rasakan adalah sakit  tenggorokan. Gejala ini biasanya akan hilang dalam satu hingga dua hari pertama. Kondisi hidung meler, tersumbat, dan bersin-bersin juga akan dirasa amat mengganggu. Setelah beberapa hari, ingus kamu akan berubah warna menjadi hijau atau lebih gelap dan mengental.
Pilek pada orang dewasa biasanya tidak disertai dengan demam dan sakit kepala. Biasanya kamu hanya akan merasakan suhu tubuh menghangat saat terkena  pilek. Penyakit yang satu ini berlangsung kurang lebih selama satu  minggu. Pada hari-hari pertama, kamu akan sangat mudah menyebarkan virus  kepada orang lain. Oleh karena itu sebaiknya jaga jarak dan kenakan masker agar tak menulari orang lain.

Jika pilek cenderung bersifat ringan, lain halnya dengan flu.
Flu  biasanya datang secara mendadak dan lebih parah. Gejala yang akan kamu rasakan adalah sakit tenggorokan, demam, sakit kepala, tubuh terasa  pegal dan nyeri, batuk, dan hidung tersumbat. Gejala utama ini biasanya akan bertahan selama dua hingga lima hari, namun biasanya akan membuat  kamu merasa tidak fit hingga satu minggu lebih.

Jika tak  ditangani dengan baik, flu bisa berkembang menjadi bronkitis, infeksi  telinga, hingga pneumonia yang bisa membahayakan nyawa. Menyeramkan, ya?
Karena virus flu dan pilek menyebar lewat udara melalui bagian tubuh seperti  hidung, mulut, dan mata, sebaiknya hindari terlalu sering memegang ketiga bagian tubuh ini. Hal ini untuk meredam penyebaran virus kepada orang sekitar dan tidak memperparah penyakit kamu.
Jika terkena flu dan pilek, sebaiknya konsumsi obat yang mengandung dekongestan. Dekongestan berfungsi untuk meredakan demam atau penghilang rasa sakit.  Kamu bisa membeli obat sejenisnya di apotik, toko obat, atau melalui  resep dokter. Dan jika flu atau pilek yang kamu rasakan tak kunjung  sembuh hingga lebih dari seminggu, sebaiknya kunjungi dokter untuk  mendapatkan penanganan lebih lanjut.

linkfo Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *